Jumat, 03 Agustus 2018

About love

Cinta ya..
Ditanya tentang cinta kadang aku bingung harus jawab bagaimana. Awal mengenalnya ku pikir cinta itu sesuatu yang indah tapi setelah sekian lama, senyum dapat berubah menjadi air mata karena cinta. Entah cintanya yang salah, entah orangnya yang tak tepat untuk ku berikan cinta. itu kalau bicara cinta dengan manusia. segala sesuatunya menjadi tak pasti.

Lain halnya dengan Tuhan. itulah cinta yang sebenarnya.Namun banyak kejadian cinta kepada Tuhan hanya satu arah. Tuhan lah yang banyak memberikan cinta untuk hamba-Nya sedangkan sang hamba lupa bahkan kadang mengingkari Tuhannya.

Kita pun lahir ke dunia ini dengan cinta. Karena cinta ayah dan ibu kita terbentuk dan karena cinta ibu kita di izinkan melihat dunia walau harus bertarung antara hidup dan mati. Namun banyak anak yang tak sadar dengan cinta orang tuanya. Mereka kadang lebih mematuhi perintah sang pacar dari pada perintah orangtuanya. Mereka kadang lebih takut pada istri sehingga menelantarkan orangtuanya yang sudah sepuh.

Cinta yang benar mendatangkan manfaat tapi cinta yang salah mendatangkan malapetaka. Seperti cinta para penjuang muslim terdahulu. oleh karena cinta yang besar terhadap Allah dan Rasulullah mereka berjuang begitu gigih menyebarkan agama islam hingga mengorbankan harta bahkan nyawa. Manusia jaman sekarang sering kali berusaha menggapai cinta yang salah. Pegang pegangan, peluk pelukan, cium ciuman hingga beradegan dewasa dilakukan hanya karena untuk membuktikan hal yang mereka bilang cinta. Na'udzubillah.

Aku memang bukan wanita suci yang tak pernah bergelimang dosa karena cinta yang salah. Ku hanya berusaha menggapai cinta yang benar walau pada awalnya ku lakukan karena efek patah hati. Alhamdulillah hidayah datang padaku karena pengkhianatan cinta palsunya. Walau harus ku akui mempertahankan cinta yang benar dengan godaan dunia yang besar sungguh berat. Ada kalanya aku berniat untuk kembali. Namun aku ingat bagaimana perjuangan ku untuk menggapai cinta yang benar. Berkat kehadiran orang orang tersayangku aku masih bisa bertahan. Thank a lot of.

by ufairaa_fh

Selasa, 16 Januari 2018

Broken

Ada hal-hal yang tak bisa kita pastikan di dunia ini. Seberapapun kita berusaha agar rencana yang kita buat berlangsung dengan baik tetap saja ada hal yang bertambah atau bahkan hilang dalam perencanaan kita. Aku sudah berusaha membuat rencana hidupku. Setelah lulus wisuda aku akan menikah dengan orang yang ku cintai. Aku akan jadi ibu rumah tangga yang baik. Hanya sesimpel itu rencana yang ku buat, namun Sang Pencipta berkehendak lain. Aku wisuda namun orang yang ku cintai malah mengakkhiri hubungannya denganku. Aku kecewa, tentu saja. Aku sedih, sudah pasti. Namun aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku pasrah, entahlah. Terkadang aku menyesali pertemuan dengannya. Kenapa kita harus bertemu dan menjalani kisah yang begitu lama hanya untuk berakhir Menyedihkan seperti ini?

Aku membenci cinta karenanya. Aku menutup rapat hatiku untuk cinta yamg baru. Entah mungkin karena aku masih mengharapkannya kembali atau karena aku memang sudah tak percaya cinta itu sendiri. Hampir satu tahun berlalu aku masih tetap saja betah sendiri. Menolak semua pria yang berusaha mendekat. Menjauh dari pergaulan yang akan menghancurkan hatiku yang sudah rapuh. Mereka mengatakan aku pengecut, aku hanya takut jika semua akan terulang lagi. Cukup sekali aku hancur karena cinta.

Memoar : Aku dan Imamku

Sore itu ketika senja menampilkan gradasi warna jingga yang menawan, ditemani deburan ombak dan semilir angin laut nan lembut aku dan ka...